Monthly Archives: May 2014

Pilih yang mana ya?

- - My Thought

Pertanyaan yang sering muncul akhir-akhir ini adalah “To, elu pilih pasangan Capres Cawapres yang mana?

Saya belum menentukan mau pilih yang mana, tapi ini pertimbangannya:

1. Visi & Misi itu Penting tapi …

Bagi seorang pemimpin, visi dan misi adalah cerminan bagaimana dia memandang tantangan yang ada atau masalah yang harus diselesaikan. Pandangannya harus luas dan menyeluruh. Apalagi buat seorang presiden. Holistik gitu kali ya bahasa kerennya.

Namun, bagi saya visi dan misi hanyalah dalam tataran pemikiran dan tanpa tindakan kerja yang nyata, dia akan tetap berada dalam angan-angan belaka. Yang penting adalah setelah seseorang punya visi dan misi, bagaimana dia melakukan kerjanya yang nyata?

Lalu bagaimana menilai ya? Toh dua-duanya belum pernah menjadi presiden. Hmm.. menarik, tetapi saya jadi teringat salah satu teman kuliah saya. Sempat dulu sekali berdiskusi ringan, bagaimana ya meningkatkan pemerataan pendidikan? Ala-ala mahasiswa yang masih idealis, kita “merumuskan” visi pemerataan pendidikan.

Belakangan yang saya tahu, beliau saat ini sibuk membuat taman bacaan di desa-desa. Rajin mencari sumbangan, rajin menulis, menggugah orang-orang di sekitarnya untuk menyumbang dana, tenaga, atau apa saja yang bisa membantu anak-anak di desanya bisa membaca buku-buku. Sedangkan saya? Cuma sibuk menonton, paling banter juga menyumbang beberapa ribu rupiah, yang mungkin cuma sanggup untuk membeli sampul buku ?.

Jadi, kalau anda mau milih saya atau teman saya tadi, mana yang anda pilih? Dua-duanya pernah merumuskan visi hebat pemerataan pendidikan kok.

Akal sehat saya sih, pilih seseorang yang pernah membawa banyak visi dan misi hebatnya dalam kerja yang nyata. Kecil besarnya tergantung pada kemampuan dia dan sumberdaya yang dimiliki. Teman saya tadi adalah contohnya, yang saat ini dia lakukan mungkin bukan kelas seorang presiden, tapi paling tidak dia sudah mewujudkan mimpinya membuat Indonesia menjadi lebih cerdas.

2. Bhinneka Tunggal Ika.

Gampang saja untuk satu ini. Indonesia adalah negara dengan kemajemukan penduduknya. Ini kan sudah kita paham, karena itu ada Bhinneka Tunggal Ika.

Saya akan pilih seseorang yang nyaman bekerja dengan semua perbedaan yang ada. Seseorang yang memberikan kesempatan kepada semua orang terlepas dari perbedaan yang ada. Saya tidak akan memilih seseorang yang memakai kacamata kuda, memberikan kesempatan hanya pada orang yang “sama” dengannya.

Orang yang punya pikiran sempit tentang perbedaan, termasuk juga memilih teman yang punya pikiran sempit yang sama, sudah pasti akan saya tidak akan saya pilih.

3. Pernah kena kasus = Blacklist?

Nah disini pandangan saya agak lain mungkin. Bagi saya manusia itu gudangnya salah. Sangat wajar koq seseorang membuat kesalahan. Saya begitu juga.

Saya sendiri memandang ketika seseorang pernah “terjerumus” melakukan kesalahan, tetapi kemudian sudah menebusnya dengan menjalani hukuman, maka wajib bagi saya memberikan kesempatannya lagi. Sudah pernah dihukum koq, ya sudah kan? Ngapain ngungkit-ngungkit lagi.

Semudah itu? Eits … ada syarat tambahan, kasusnya benar-benar telah tuntas loh ya. Tidak ada lagi rasa keadilan yang terusik. Karena banyak kasus yang kalau kita lihat hitam putihnya hukum memang tidak salah, tapi kalau dilihat dari rasa keadilan, banyak yang terusik.

Justice maybe blind, but it can see in the dark ~ dark justice ?

So saya masih punya waktu nih untuk memilih yang mana. Apapun pilihan kita, dan siapapun yang menang, semoga Indonesia menjadi lebih baik. Selepas pemilihan presiden ini, siapa pun yang menang wajib kita dukung, wajib kita kritisi kalau ada yang salah tetapi tanpa niatan untuk menjelek-jelekkannya, atau menjatuhkannya lantaran semata-mata dia bukan pilihan kita.